Search Suggestions
Loading...
{{ item.text }}
Search History
{{ tmpObj[key].text }}
Cikuya, 15730
الوصف
Mulbul, seorang lelaki yang kurang akal, tinggal bersama dua kakaknya di desa Cikuya. Sebagaimana umumnya warga desa yang berjibaku dengan kemiskinan, Mulbul bukanlah sebuah pengecualian. Ia telah menderita sejak hari pertama dilahirkan, dan terus menghadapi penderitaan yang diwariskan secara turun-temurun.
Hari-harinya adalah kepasrahan atas takdir yang telah digariskan untuknya. Segala hal dilalui tanpa hikmah yang bisa diceritakan. Mulbul adalah simbol ketidakberdayaan, pesimisme yang terkekalkan.
Hari-harinya adalah kepasrahan atas takdir yang telah digariskan untuknya. Segala hal dilalui tanpa hikmah yang bisa diceritakan. Mulbul adalah simbol ketidakberdayaan, pesimisme yang terkekalkan.
معلومات بالتفصيل
- ناشر
- Yogyakarta : BASABASI,., 2020
- التوريق
- 156hlm ; 14 x 20 cm
- اللغة
- Indonesia
- ردمك/ردمد
- 9786237290698
- تَصْنِيفٌ
- 813
- الإصدارة
- Cet. 1
- موضوع
التعليقات
You must be logged in to post a comment