Search Suggestions
Loading...
{{ item.text }}
Search History
{{ tmpObj[key].text }}
Perjalanan Ke Timur
الوصف
Dalam prosa sederhana yang memukau, Perjalanan ke Timur, Hermann Hesse menceritakan sebuah perjalanan yang berlaku geografis sekaligus spiritual. H.H., seorang choirmaster Jerman, diundang dalam sebuah ekspedisi dengan Perkumpulan, komunitas rahasia yang anggotanya termasuk Paul Klee, Mozart, dan Albertus Magnus. Mereka melintasi ruang dan waktu, bertemu Bahtera Nuh di Zurich dan Don Quixote di Bremgarten. Tujuan akhir para peziarah ini adalah Timur, "Rumah Cahaya", yang di sana mereka berharap menemukan pembaruan spiritual.
Struktur mistik ini, sebuah Perkumpulan, mewakili komunitas spiritual yang dengan bergabung di dalamnya seseorang akan memperoleh kebahagiaan. Melalui keterlibatan dengan orang lain dalam visi yang sama, kesendirian seseorang dapat dikendalikan—karena visi kolektif akan selalu anonim, mempertemukan suatu desain unik dari tiap individu. Sayangnya, bayang-bayang ideal itu perlahan luntur dalam perjalanan. Konflik tumbuh di tengah Perkumpulan, dan lagi-lagi, manusia-manusia ini dihadapkan dengan percabangan nasib.
Hesse adalah seorang penulis yang provokatif. Perjalanan ke Timur merupakan bentuk lain namun memiliki semangat yang sama dengan Siddharta dan Steppenwolf, dua bukunya yang juga mendapatkan sambutan meriah dari pembaca, terutama dari kalangan akademisi dan penikmat sastra, politik, dan filsafat.
Struktur mistik ini, sebuah Perkumpulan, mewakili komunitas spiritual yang dengan bergabung di dalamnya seseorang akan memperoleh kebahagiaan. Melalui keterlibatan dengan orang lain dalam visi yang sama, kesendirian seseorang dapat dikendalikan—karena visi kolektif akan selalu anonim, mempertemukan suatu desain unik dari tiap individu. Sayangnya, bayang-bayang ideal itu perlahan luntur dalam perjalanan. Konflik tumbuh di tengah Perkumpulan, dan lagi-lagi, manusia-manusia ini dihadapkan dengan percabangan nasib.
Hesse adalah seorang penulis yang provokatif. Perjalanan ke Timur merupakan bentuk lain namun memiliki semangat yang sama dengan Siddharta dan Steppenwolf, dua bukunya yang juga mendapatkan sambutan meriah dari pembaca, terutama dari kalangan akademisi dan penikmat sastra, politik, dan filsafat.
معلومات بالتفصيل
- ناشر
- Yogyakarta : BASABASI,., 2022
- التوريق
- 112hlm ; 12 x 19 cm
- اللغة
- Indonesia
- ردمك/ردمد
- 9786233052702
- تَصْنِيفٌ
- 813
- الإصدارة
- 1
- موضوع
التعليقات
You must be logged in to post a comment